Mar 10

Cara Instalasi Adempiere di Cloud

Rasanya sudah lama kami tidak mengulas topik mengenai instalasi. Makanya untuk meneruskan tradisi ini, dalam postingan kali ini saya akan menerangkan bagaimana cara instalasi Adempiere di cloud.

KONFIGURASI

Pada prinsipnya instalasi di cloud sama dengan yang biasa kita lakukan di server sendiri (on-premise). Saya mengasumsikan anda sudah menyiapkan dua buah virtual machine dengan sistem operasi CentOS 64 bit. Satu untuk application server dan satu lagi untuk database servernya. Dalam contoh di bawah, asumsikan IP masing-masing adalah 10.210.10.101 dan 10.210.10.102. Kalau anda mau coba-coba di local machine, anda bisa juga menggunakan VirtualBox. Untuk spek virtual hardwarenya, saya menganjurkan 2 CPU core dan 4 GB RAM.

Kalau anda sudah mempunyai VM, anda bisa memeriksa dulu konfigurasi VM anda tersebut.

Cara memeriksa versi CentOs:

# cat /etc/redhat-release

Cara memeriksa OS 32 bit atau 64 bit :

# uname -a

Kalau hasilnya seperti ini artinya 64 bit.
Linux hostname 2.6.9-55.0.2.ELsmp #1 SMP Tue Jun 12 17:58:20 EDT 2007 x86_64 x86_64 x86_64 GNU/Linux

Kalau hasilnya seperti ini artinya 32 bit.
Linux hostname 2.6.9-55.0.2.ELsmp #1 SMP Tue Jun 12 17:59:08 EDT 2007 i686 i686 i386 GNU/Linux

Memeriksa CPU info :

# cat /proc/cpuinfo

# lspci -vv

INSTALL DATABASE

Ok, sekarang sudah siap ? Let’s get started. Kita sekarang login pakai root ke database servernya dulu.

Download PostgreSQL

# wget http://yum.postgresql.org/9.2/redhat/rhel-6-x86_64/pgdg-centos92-9.2-6.noarch.rpm
# rpm -i http://yum.postgresql.org/9.2/redhat/rhel-6-x86_64/pgdg-centos92-9.2-6.noarch.rpm
# yum install postgresql92-server postgresql92-contrib

# service postgresql-9.2 initdb

# service postgresql-9.2 start

Set PostgreSQL 9 Environment:

# su – postgres
# nano .bash_profile

[ -f /etc/profile ] && source /etc/profile
PGDATA=/var/lib/pgsql/9.2/data
export PGDATA
PATH=$PATH:$HOME/bin:/usr/pgsql-9.2/bin
export PATH

Jangan logout dulu, sekarang kita harus ganti password postgres:

# psql

postgres=# ALTER USER postgres WITH PASSWORD ‘mySecurePassword’;
postgres=# \q
# exit

# passwd postgres
- mySecurePassword

Kemudian jangan lupa konfigurasi file pg_hba.conf dan postgresql.conf:

# nano /var/lib/pgsql/9.2/data/pg_hba.conf

# nano /var/lib/pgsql/9.2/data/postgresql.conf

Sekarang kita nyalakan service-nya.

# service postgresql-9.2 restart

Supaya service-nya otomatis dinyalakan pada waktu booting:

# chkconfig –level 234 postgresql-9.2 on
# chkconfig –list postgresql

Setelah itu, buatlah user ‘adempiere’ di PostgreSQL (don’t change the user name!)

# su – postgres
# psql

postgres=# CREATE USER adempiere WITH PASSWORD ‘adempiere’;
postgres=# CREATE DATABASE starprise;
postgres=# \q

Sampai disini, database server sudah siap.

INSTALL JDK

Kita sekarang login pakai root ke application server. Pertama-tama kita install dulu Oracle JDK. Bisa juga pakai OpenJDK sebagai alternatif. Untuk mengunduhnya, Oracle mensyaratkan kita untuk menyetujui halaman perjanjian lisensi terlebih dahulu. Tapi karena kita sekarang sedang berada dalam VM yang tidak mempunyai GUI, maka kita perlu sedikit trik supaya server Oracle mengira kita sudah menyetujui halaman tersebut. Cobalah perintah di bawah ini.

# wget –no-cookies –header “Cookie: gpw_e24=http%3A%2F%2Fwww.oracle.com” http://download.oracle.com/otn-pub/java/jdk/6u38-b05/jdk-6u38-linux-x64-rpm.bin

Ok, kalau sukses, anda segera lanjutkan dengan menginstall JDK-nya.

# sh jdk-6u14-linux-i586-rpm.bin
accept license

# ln -s -f /usr/java/jdk1.6.0_38/bin/java /usr/bin/java

# java -version

Set java home and path:

# cd /etc/profile.d
# nano /etc/profile.d/starprise.sh

Isi dari file starprise.sh ini adalah sebagai berikut:

export JAVA_HOME=/usr/java/jdk1.6.0_38/
export ADEMPIERE_HOME=/opt/Adempiere
export PATH=$PATH:$HOME/bin:$JAVA_HOME/bin

Sampai disini anda jangan logout dulu dari Application Server.

INSTALL ADEMPIERE

Sebelum anda melanjutkan ke langkah berikutnya, coba dulu apakah Application Server anda bisa connect ke Database Server.

# psql -h 10.210.10.102 -p 5432 -U adempiere -d starprise

Kalau tidak bisa, anda harus periksa ulang konfigurasi pg_hba dan iptables di Database Server.
Jika berhasil, maka anda lanjutkan dengan menginstall Adempiere.

# useradd adempiere
# passwd adempiere

Pastikan resolusi nama server dengan IP Public:

# hostname
# nano /etc/hosts

tambahkan seperti ini kira-kiranya: 118.99.99.99 GoodWill

# unzip Adempiere_370.zip -d /opt/

Copy juga file AdempiereEnv.properties yang sudah dikonfigurasi sebelumnya.

scp AdempiereEnv.properties root@118.99.99.99:/opt/Adempiere

Ubah port ke 8080 & 4433 di dalam file ini (karena non root tidak boleh pakai port < 1000)

Supaya Adempiere service otomatis dijalankan ketika booting:

# chmod +x /etc/init.d/adempiere

# chkconfig adempiere on

Salah satu masalah yang sering dialami oleh para nubie adalah masalah kepemilikan log file. Seringnya gara-gara owner-nya adalah root, oleh sebab itu anda harus ganti menjadi user dan group anda.

# cd /opt
# chown -R adempiere Adempiere
# chgrp -R adempiere Adempiere

# cd Adempiere/
# chmod +x *.sh
# chmod +x utils/*.sh
# chmod +x utils/postgresql/*.sh

Sekarang anda boleh login dengan menggunakan user adempiere.

# sh RUN_silentsetup.sh

Konfigurasi Adempiere.properties
- ubah MaxPoolSize kurang dari PostgreSQL max_connections

Import Database

# sh utils/RUN_DBRestore.sh

Nyalakan servernya:

# service adempiere start

Selamat! Anda telah berhasil melakukan instalasi Adempiere ke cloud. Sekarang anda boleh coba buka IP Public anda di dalam browser, sambil jangan lupa menambahkan port 8080. Jika tidak ada masalah, maka anda akan segera masuk ke halaman muka Adempiere. Jika masih belum berhasil, anda harus periksa kembali konfigurasi port di dalam Iptables Application Server.

Goodwill Consulting is a long time Adempiere / Idempiere supporter since their inception. We are offering software-as-a-service solution on the cloud based on Adempiere / Idempiere. For more information, you can drop us a visit at www.goodwillerp.com

Nov 11

Payment Term with Fixed Payment Schedule date

How often you wish you could do something to tweak your ERP ? The blessing to use an open source ERP is you have access to its source codes. Isn’t it great if you could just make a lil bit change so you can get exactly what you want, and not to depend on what your software dictates you.

During one implementation in a car dealer, we were facing with one requirement to support installment sales. We thought it should be easy as we knew Adempiere has already payment schedule feature. Just open up Payment Term window and create a new payment term with Fixed Due Date being checked.

1-year-installment

1-year-installment

And then we entered all the schedules with equally divided percentages, for example if it is a one-year installment than the percentage is 100/12, which 8.3333. The net days is how Adempiere will determine the due date of each schedule, which in this case is the accumulation of 30 days that end up to 360 days (supposedly equal to one year length).

Payment Schedule

Payment Schedule

However, the Fixed Due Date option didn’t give what we expected. The Due date is falling on different date each month! And the worst is in one occasion, two schedules can due on the same month (see month of July in the picture below).

Order Schedule before tweak

Order Schedule before tweak

How it happens ? Because every month has a different length in days, you can’t just accumulate the net days with an exact 30-day length. That explains how we end up with 360 days a year, and not 365 days as in actual.

Luckily we are using open source ERP. There is nothing can stop us. The show must go on. So what we did it back in the day is to bring a new option called Fixed Payment Schedule date. This option will complement the existing Fixed Due date feature.

1-year-installment_fixed

1-year-installment_fixed

The following is how the schedule is generated using this new option. It exactly gives what our client wants that for each month of the installment period, the Due date will certainly fall into the same date. And that shows the power of open source ERP!

Order Schedule after fixed

Order Schedule after fixed

If you think this feature is worthy enough to be included in the next release of Adempiere or Idempiere, let us know. We will also be grateful to have your feedback. Until next time!

Goodwill Consulting is a long time Adempiere / Idempiere supporter since their inception. We are offering software-as-a-service solution on the cloud based on Adempiere / Idempiere. For more information, you can drop us a visit at www.goodwillerp.com

Nov 03

Adempiere, Idempiere atau OpenERP

Sebagai praktisi Open Source ERP, kami sering ditodong dengan pertanyaan ini. Bagaimana memilih open source ERP yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda ?

Di Indonesia setidaknya tercatat ada beberapa software open source ERP yang cukup populer. Awal mulanya berangkat dari kemunculan Compiere ERP yang mulai dipakai di sini sejak tahun 2002. Nama-nama seperti Openbravo, Adempiere dan (sekarang) Idempiere semuanya merupakan turunan dari Compiere ERP.

Pengembang awal Compiere dan OpenERP (mula-mula bernama Tiny ERP) mempunyai pendekatan yang berbeda dalam membangun software ERP. OpenERP dirancang sebagai ERP yang ringan, sederhana dan mudah dipakai (makanya dulu namanya Tiny ERP). Jika Anda dahulu adalah pengguna aplikasi akuntansi semacam Accurate atau Zahir, maka pindah ke OpenERP bukanlah persoalan besar.

Jika Anda mengharapkan yang lebih kompleks dari OpenERP, maka Anda perlu mencoba menginstall beberapa modul untuk menemukan fitur yang paling pas buat kebutuhan Anda. Misalnya jika Anda perusahaan distributor, setidaknya Anda memerlukan 5 modul tambahan. Tentunya dengan bantuan konsultan berpengalaman, Anda bisa melalui proses ini dengan lebih cepat.

OpenERP dikembangkan dengan bahasa pemrograman Python yang kurang populer di Indonesia. Oleh sebab itu apabila Anda ingin mengembangkan OpenERP lebih jauh, sebaiknya Anda memiliki professional support sebab mencari programmer yang menguasai Python sangatlah sulit.

Dan sama seperti Compiere, OpenERP juga mengalami nasib di-fork oleh komunitas dengan nama Tryton. Untuk mengetahui perbedaan keduanya dapat dibaca disini.

Kebalikan dari OpenERP, Adempiere dan (sekarang) Idempiere disiapkan dalam satu bundel besar berisi seluruh fitur yang ada dan dirancang untuk mendukung bisnis skala menengah ke atas. Anda dapat mengabaikan fitur-fitur yang tidak ingin Anda pakai dengan mengatur akses pada menu-menunya. Dari sisi skalabilitas, konfigurasi standard Adempiere sanggup mendukung 100 concurrent user. Untuk skala yang lebih besar, Anda bisa menerapkan load balancer dan database cluster.

Adempiere adalah aplikasi berbasiskan Java (J2EE). Ia menggunakan platform ZK (ajax-based) untuk web UI-nya. Pada tahun 2010, Low Hengsin, salah satu top kontributor, melakukan eksperimen mengubah arsitektur Adempiere ke dalam OSGI supaya Adempiere menjadi lebih modular.  OSGI sendiri adalah teknologi atau platform service dan module system untuk Java. Eksperimen ini akhirnya berujung kepada forking baru bernama Idempiere setelah beberapa top kontributor lainnya turut bergabung ke dalamnya.

Secara teknis, apa yang ada di dalam Adempiere diwariskan oleh Idempiere. Pengembangan lanjutan di Idempiere dapat dibuat seperti plug-in. Anda nanti bisa mengaktifkan atau menon-aktifkan plug-in tersebut kapan saja. Namun demikian teknologi ini masih tergolong baru dan saya pikir kita semua masih sama-sama harus sabar menunggu proses pematangan Idempiere.

Goodwill sendiri adalah pendukung dan pengembang Adempiere dan (sekarang) Idempiere. Jadi mungkin Jawaban kami di atas agak bias. Tapi mudah-mudahan penjelasan ini bisa memberikan Anda lebih banyak gambaran. Jika Anda harus memutuskan saat ini, Adempiere masih merupakan pilihan yang bijak. Seperti biasa, kami selalu merekomendasikan versi yang paling stabil (business-wise) – bukan versi yang paling terakhir atau yang paling canggih (technology-wise). Produk utama kami, yakni paket distro Adempiere Indonesia a.k.a Goodwill ERP adalah berbasiskan Adempiere v.3.6.1 dimana kelak Anda dengan mudah dapat bermigrasi ke Idempiere.

Oct 25

Pengaturan Akses Field di Adempiere

Ketika Anda dihadapkan pada situasi dimana Anda harus membatasi siapa yang bisa mengakses data tertentu, Anda tidak perlu khawatir karena Adempiere memiliki fitur Role-based Security Access yang sangat lengkap. Anda bisa mengatur akses data mulai dari level Tabel, Column atau Field, sampai ke Record. Dalam kesempatan ini, saya akan bahas bagaimana melakukan pengaturan akses field di Adempiere.

Misalnya, Anda diminta untuk membatasi siapa yang dapat mengganti Price List di jendela Sales Order. Ketika kita memasukkan Business Partner, field Price List ini akan terisi dengan Price List yang sudah diatur dalam master Business Partner tersebut. Sehingga idealnya, field ini tidak boleh diganti-ganti lagi. Staf Sales Admin dapat melihat field tersebut tetapi mereka tidak diperkenankan untuk mengubahnya. Hanya Sales Manager saja yang diperkenankan untuk mengubahnya.

Untuk melakukan pengaturan ini, Anda bisa membuka menu Role Data Access. Kemudian pilihlah Role yang hendak kita setup, misalnya role Sales Admin. Pindah ke tab Column Access, pilih tabel C_Order, lalu pilih kolom M_PriceList_ID. Centang Exclude dan Read Only. Simpan.

Ya, cukup begitu saja. Mudah bukan ? Sekarang Anda logout dan login dengan role Sales Admin. Bukalah menu Sales Order. Anda masih bisa menemukan field Price List tetapi Anda tidak dapat mengubah-ubahnya lagi. Jika Anda login sebagai Sales Manager, Anda masih dapat mengubah field tersebut.

Kasus lain, mungkin Anda harus menyembunyikan seluruh kolom yang berkaitan dengan harga, misalnya kolom Total Lines dan Grand Total di jendela Sales Order. Juga kolom Price, Unit Price, List Price dan Line Net Amount di tab Sales Order Line.

Anda bisa melakukan langkah-langkah yang sama seperti di atas. Jika Read Only tidak dicentang, maka berarti kolom-kolom tersebut tidak dapat dilihat sama sekali oleh role bersangkutan.

Namun demikian langkah-langkah ini akan sangat panjang karena jumlah kolom yang berkaitan dengan harga sangatlah banyak. Untuk itu tim Goodwill menambahkan satu fitur di dalam menu Role, dimana Anda cukup mengatur apakah role tersebut “Can Read Price” dan / atau “Can Read PO”.

Jika Anda mencentang “Can Read Price” maka role tersebut dapat membaca semua kolom yang berkaitan dengan harga, jika tidak dicentang maka sebaliknya role tersebut tidak dapat membaca harga, bahkan sampai termasuk harga-harga yang ada di dalam jendela Product Info, Order Info dan Invoice Info, serta harga-harga yang ada di dalam report tertentu.

akses field

Sedangkan “Can Read PO” mempunyai maksud apabila dicentang maka role tersebut dapat mengakses informasi mengenai harga beli dan harga pokok. Dengan membuang centangnya, maka Anda bisa memastikan role tersebut tidak dapat membaca informasi yang sangat rahasia ini.

Kedua fitur ini sangat memudahkan Anda untuk melakukan pengaturan yang sangat penting ini karena harga adalah salah satu informasi yang sangat sensitif dan patut dijaga dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Goodwill Consulting adalah bagian dari komunitas pengembang dan pendukung Adempiere. Jika Anda membutuhkan bantuan profesional untuk implementasi Adempiere, silahkan menghubungi kami.

Oct 23

Adempiere Indonesia

Tidak terasa Goodwill Consulting akan segera berusia 9 tahun sebentar lagi. Sungguh merupakan pengalaman yang luar biasa bagi kami dalam memperkenalkan dan mendidik pasar terhadap sesuatu yang baru yang bernama “open source ERP”. Kami mungkin bukan orang pertama yang melakukan hal ini tetapi pada masa-masa awal kami merintis, pasar ternyata belum sepenuhnya siap untuk menerima ERP yang seperti ini. Dalam bayangan mereka, ERP itu adalah barang mewah yang identik dengan nama-nama besar seperti SAP dan Oracle. Sementara yang namanya “open source ERP” masih terasa asing di telinga.

Pada waktu itu kami sangat terkesan dengan software ERP bernama Compiere. Disain databasenya sangat bagus, arsitektur juga sudah sesuai standar MVC (model-view-controller), penerapan standard coding sangat konsisten, dan secara umum memiliki fungsional yang cukup lengkap dibandingkan software-software “open source erp” lainnya pada waktu itu. Compiere bahkan mempunyai fitur-fitur yang hanya bisa dijumpai di ERP kelas atas seperti multi dimensional accounting dan workflow processor.

Dan yang membuat kami terkagum-kagum, software ini dibuat oleh satu orang saja, namanya Jorg Janke, pria kelahiran Jerman yang kini menetap di Amerika Serikat. Jorg, dibantu istrinya Kathy dan dengan pengalaman membangun aplikasi ERP untuk Oracle dan SAP di Jerman, berhasil menciptakan suatu produk yang menurut kami, memiliki segalanya untuk menjadi sesuatu yang besar.

Compiere, menurut pandangan kami, bukanlah sekedar software ERP, tetapi lebih merupakan software framework dimana kita bisa membangun atau mengembangkan solusi-solusi vertikal di atasnya. Namun harus diakui Compiere bukannya tanpa kelemahan. Ia tidak semodular yang kami pikir. Pada beberapa tempat, Anda tidak bisa melakukan modifikasi tanpa menyentuh core class-nya (M* dan Doc*). Tetapi kelemahan Compiere terbesar adalah rendahnya kualitas komunikasi antara sang Founder dengan komunitas open source yang tergabung di dalamnya.

Pada waktu itu kami – komunitas – memandang Jorg Janke bagaikan seorang Dewa. Kami pikir dia adalah Sang Jenius. Dia yang telah menciptakan maha karya yang manfaatnya dirasakan dan dikagumi oleh banyak orang. Komunitas sangat salut dan menghormatinya. Namun sama seperti Dewa, dia juga sangat-sangat jarang berbicara dengan komunitas. Ini lama-lama menimbulkan ketidak-nyamanan dan kesalah-pahaman buat komunitas Compiere, terutama soal mekanisme kontribusi dari komunitas dan/atau partner. Dan klimaksnya adalah ketika Compiere mendapat suntikan investasi dari angel investor.

Setiap investor pasti menghendaki ROI, betul kan ? dan itu artinya Compiere harus berubah menjadi mesin uang. Model open source pun semakin dijauhi, source code tidak pernah lagi diupdate untuk publik, hingga akhirnya suasana memanas dan berujung kepada forking yang dilakukan oleh teman-teman komunitas. Forking ini kemudian dinamakan Adempiere, dengan motornya adalah Red1 dari Malaysia, Carlos Ruiz dari Colombia, Victor Perez dari Mexico dan sahabat kami Trifon dari Bulgaria. (Red. Penulis sendiri adalah orang keenam yang bergabung ke dalam tim committer proyek ini, referensi http://hg.code.sf.net/p/adempiere/code/file/26a028a976e2/COMMITTERS)

Popularitas Adempiere secara perlahan tapi pasti mulai menyaingi induknya Compiere. Komunitas bekerja sangat keras untuk menghasilkan suatu aplikasi ERP yang jauh lebih baik dari orisinalnya. Prestasi signifikan yang dicapai oleh komunitas adalah pengembangan web user interface, dukungan untuk open source database Postgresql, dan ekstension manufacturing. Berkat kegigihan komunitas, sekarang aplikasi Adempiere telah menjadi salah satu aplikasi open source ERP yang paling populer di dunia.

Di Indonesia sendiri, setelah beberapa implementasi dengan Compiere, kami pun beralih ke Adempiere dengan menggunakan database yang juga open source yakni Postgresql. Implementasi pertama kami adalah di salah satu waralaba lokal terkenal, setelah itu disusul dengan implementasi di beberapa perusahaan distributor dan manufacturing. Pada tahun 2010, kami juga ditunjuk oleh sebuah grup perkebunan kelapa sawit untuk implementasi Adempiere di perkebunan mereka. Walaupun pada waktu itu kami sama sekali tidak berpengalaman dengan industri perkebunan, berkat kerjasama yang sangat baik dengan tim key-user, maka kami berhasil go-live dalam waktu 6 bulan saja. Kami juga sangat takjub, ternyata web UI Adempiere cukup ringan untuk dipakai dalam koneksi VSAT yang hanya 128 Kbps saja.  Sekarang seluruh sebelas kebun yang ada sudah memakai Adempiere secara online.

Jadi berdasarkan pengalaman sembilan tahun kami ini, Adempiere terbukti memiliki fleksibilitas yang sangat baik sehingga dapat diterapkan di berbagai jenis industri. Skalabilitasnya juga sangat baik, jika perlu Anda pun bisa menerapkan load balancing. Sebagai implementor, kami sangat terbantu dengan lisensi open source ini sehingga kami bahkan dapat melakukan pengembangan-pengembangan dan perbaikan-perbaikan yang sekiranya itu tidak mungkin dilakukan jika apa yang kami gunakan adalah sebuah software propietary tanpa akses ke source codenya.

Pengalaman ini kami sarikan ke dalam satu paket distro Adempiere yang kami namakan “Goodwill ERP” ™. Paket distro ini khusus dikembangkan dan disetup dengan tujuan supaya bisa langsung dipakai oleh badan-badan usaha di Indonesia. Dalam implementasi Adempiere, Anda tentunya tidak mau bergelut dengan masalah “setup sana, setup ini” dan “tidak bisa ini, tidak bisa itu”. Kami membuat implementasi Anda menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan karena apa yang belum tersedia dalam standar Adempiere, sudah kami siapkan terlebih dahulu atas dasar pengalaman kami. Harapan kami semoga “Goodwill ERP” ini bisa menjadi pilihan utama sebagai paket distro Adempiere Indonesia.

Goodwill Consulting adalah bagian dari komunitas pengembang dan pendukung Adempiere. Jika Anda membutuhkan bantuan profesional untuk implementasi Adempiere, silahkan menghubungi kami.